SOSIALISASI ISTIGHATSAH BI HADRATI RABBIL BARIYAH

Ahad (12/5) Sosialisasi Istighatsah Bi Hadrati Rabbil Barriyah di Masjid Agung Sidoarjo diikuti 1000 jamaah datang berkumpul dalam majlis tersebut. Antusias mereka tinggi salah satunya ingin mendapat Sanad Istighatsah.

Dr. Sholehuddin Ketua PC. ISNU Sidoarjo. Salah satu kekuatan yang diberikan oleh Allah kepada Jam’iyyah NU adalah Sanad Keilmuan yang sambung hingga Rasulullah SAW.  Ijazah adalah salah satu rangkaian terpenting dalam silsilah keilmuan. Salah satu bagian terkecil adalah Istighatsah. Sebelum membaca Istighotsah sepatutnya kita memperoleh Ijazah Sanad Istighotsah dari sang pengarang Istighatsah hingga Rasulullah, sehingga kita memperoleh keberkahan di dalamnya. Diawal Pengajian Dr. KH. M. Sholeh Qosim, M.Si memaparkan materi Fakta sejarah bahwa para ulama salaf dan khalaf melakukan istighotsah dengan selain Allah, tetapi tetap dengan keyakinan bahwa nabi dan wali hanya sebab, sedangkan pemberi pertolongan sesungguhnya adalah Allah. Salah satu bukti yang termaktub dalam sebuah hadist Ummul Mukmin ‘Aisyah memerintahkan penduduk Madinah agar mendatangi kuburan Nabi dan membuka atapnya sebagai bentuk Mubalaghah dalam beristisyfa’ dan beristighotsah dengan beliau sebagaimana dikatakan oleh Syekh Ali al Qari dalam Syarh Misykaat al-Mashaabiih. Kisah ini terjadi setelah kisah Umar dan sahabat Bilal bin al-Harits al-Muzani.

Para ulama salaf dan khalaf ini membantah perkataan sebagian kalangan bahwa tidak pernah ada riwayat dari seorang-pun dari kalangan sahabat, tabi’in dan ulama salaf bahwa ia mendatangi kuburan Nabi atau selainnya dan bertawasul dengannya kepada Allah.

          Di akhir kajian Dr. KH. M. Sholeh memberikan Ijazah Sanad Istighatsah kepada Jamaah yang hadir dan Memulai memimpin istighotsah bersama.