PERIHAL FAEDAH DAN KETERSAMBUNGAN SANAD NGAJI ONLINE

Titik ini sangat menarik, masih banyak pertanyaan: mengaji online kepada seorang ulama apakah sah disebut muridnya? Apakah sanad keilmuan kita bisa tersambung dengan sang guru? Syekh Thahir bin Shaleh al-Damasyqi menjelaskan

وهي ثمانية السماع من الشيخ والقراءة على الشيخ والإجازة والمناولة والمكاتبة وإعلام الشيخ والوصية الكتاب والوجادة …إلى أن قال… وهو من باب المنقطع والمرسل غير أنه أخذ شوبا من الاتصال لقوله وجدت بخط فلان

Metode mengambil riwayat hadits ada delapan, yaitu mendengar dari guru, membaca di hadapan guru, pemberian ijazah, pemberian riwayat, berkirim tulisan, pemberitahuan guru, wasiat tulisan dan wijadah Metode. Wijadah ini termasuk riwayat yang terputus dan mursal, hanya terdapat nuansa bersambung karena diucapkan dengan redaksi aku menemukan tulisan guru. Fulan” Dari sekian teori pengambilan riwayat di atas, ilmu yang didapat melalui pengajian live streaming masuk kategori teori al-sama’, yaitu mendengar dari guru. Ulama  ` menjelaskan, teori ini cukup dengan mengetahui secara jelas bahwa yang didengar adalah benar-benar suara gurunya, meski berbeda ruangan dengan sang guru, semisal guru di dalam rumah, murid berada di halaman rumah, keduanya terhalang oleh pagar tembok atau pintu. Pengajian live streaming, sekiranya jelas dan yakin yang didengar adalah

Pengajian live streaming, sekiranya jelas dan yakin yang didengar adalah valid dari sang guru, terlebih dengan indikasi video, maka cukup sebagai pengambilan sanad riwayat ilmu dengan cara mendengar. Jarak bukan menjadi kendala dalam teori ini, seperti posisi guru dan murid yang dipisah oleh pagar tembok. “Penanya Haji al-Basyuni dari Indonesia berkata, apa kedudukan seseorang yang belajar kepada syekh dengan perantara internet, apakah termasuk muridnya syekh tersebut? Bolehkah ia mengamalkan dzikir dari syekh itu yang disampaikan di pengajiannya (meski) tanpa ijazah darinya? Jawabannya, iya. Wahai Saudara Haji Basyuni, hubungan hati adalah pemisah di tema ini. Jika murid benar-benar mengaitkan hatinya dengan Syekh, maka ia adalah muridnya. Kemudian murid ini mengambil dari Syekh dengan dengan perantara apa pun. Maka apa yang engkau sebutkan berupa perantara internet, maka hal tersebut juga bagian dari perantara dari beberapa (perantara mengambil ilmu)”

KUALIFIKASI KEILMUAN GURU

Pengajian online juga perlu memperhatikan kualifikasi dan keahlian guru yang mengajarkan. Jangan sampai salah guru, sehingga dapat menjadikan pemahaman agama menyimpang dari manhaj ahlus Sunnah wal Jamaah. Al-Imam al-Nawawi mengatakan:

قالوا ولا يأخذ العلم إلا ممن كملت أهليته وظهرت ديانته وتحققت معرفته واشتهرت صيانته وسيادته فقد قال ابن سيرين ومالك وخلائق من السلف: هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم

 “Ulama mengatakan, tidak boleh mengambil ilmu kecuali dari sosok yang sempurna keahliannya, jelas agamanya, valid pengetahuannya, dan masyhur keterjagaan dan kemuliaannya. Berkata Ibnu Sirin, Malik dan beberapa ulama salaf; ilmu ini agama, maka lihatlah dari mana engkau mengambil agama kalian”. (al-Imam al-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, juz 1, hal. 66).

Walhasil, pengajian live streaming adalah hal positif yang berpahala, terlebih di saat pandemi Corona melanda. Kedudukan sanad keilmuannya memiliki pembenaran dalam diskursus ilmu periwayatan, namun tetap harus selektif memilih guru yang hendak ditimba ilmunya.