NGALAP BERKAH DI MAKAM MBAH LIM KLATEN JAWA TENGAH

Tepat tanggal 21 April 2020, DR. KH M Sholeh Qosim beserta keluarga Ziaroh ke makam KH Muslim Rifai Imampuro atau akrab disebut Mbah Lim. Keistiqomaan Kyai Sholeh dalam berziaroh ke makam waliyullah ditanamkan ke keluarga dan jamiiyah Dirasah Qur`aniyyah LPPQ Al-Karim.

Mbah Lim adalah seorang ulama kharismatik dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Dia adalah keturunan Kiai Imampuro, ulama ternama dari Keraton Surakarta. Dekat dengan kalangan petinggi negara hingga petani-petani miskin di pedesaan.

Sebagaimana Mbah Lim mengajarkan untuk memuliakan tamu tanpa melihat latar belakang sosial dan agama, pesantren di tengah desa ini tak pernah menolak tamu termasuk yang berbeda agama, misalnya kunjungan organisasi pemuda Katolik untuk belajar toleransi dan dialog lintas iman pada April lalu.
Bahkan menurut kesaksian Habib Luthfi bin Yahya dalam Fragmen Sejarah NU karya Abdul Mun’im DZ (2017) mengatakan, pada saat Panglima TNI Jenderal Benny Moerdani datang ke Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti Klaten, Mbah Lim meneriakkan yel, NKRI Harga Mati…! Pancasila Jaya.

Maka sejak itulah yel-yel NKRI Harga Mati menjadi jargon, slogan tidak hanya di NU tapi di beberapa pihak seperti di TNI. Jadi slogan atau jargon “NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya” dicetuskan oleh Mbah Lim.

Ajaran-ajaran Mbah Lim tersebut yaitu:
1.“Nguwongke Uwong,   Gawe Legane Uwong.”

2. “3 T“ ; Titi (cermat, teliti dan selektif) Tatak (legowo, sabar),Tutuk (sampai, selesai dengan               hasil yang memuaskan)

3. “3 K “: Kuli (siap bekerja keras),Kiai (siap mengamalkan ilmu & berdo’a), Komando (siap menjadi          pemimpin yang piwai mengambil keputusan bijak berwibawa)

 4. “Kita harus Tegak, Tegas dan Tegar selama benar “ 

5. “3 R “: Rampung bangunane (bisa terwujud),Rame jama’ahe(berfungsi dan dibutuhkan para pemangku kepentingan), Rukun masyarakate(menjadi sumber kedamaian dan Perekat persatuan)

6. “Aja Mung Benteng Ulama, ning Nahnu Anshorullah, Masyriq-maghrib “

7. “ 3 S “:  Sholat – Sinau – Sungkem

8.  “ 2 B “ Berhasil – Berkah

9. “ Dadi uwong ki ojo gur mangan terus tapi yo Ngising barang” (Jadi orang itu jangan hanya makan aja tapi ya buang air besar juga)