TALK SHOW TIGA SANTRI MILLENIAL LPPQ Al-Karim Jawa Timur

dari kiri : Gus Nahjul Fikri, Ustadzah Mukhzamila M.Ed, Mbak Nurul, Mbak Azizah

Jum’at pada tanggal 16 Agustus 2019  Jamìyyah Dirasah Quràniyyah menyelenggarakan TALK SHOW Kader LPPQ yang bertepatan dengan Pertemuan rutin Relawan elZIS Karim. Tema yang diusung yaitu Nikmatnya Mencari Ilmu, Menebar Inspirasi Jamìyyah. Dengan dipandu Ketua LPPQ Al-Karim, Dr Mukhzamila, M.Ed. Tiga kader LPPQ (Gus Nahjul Fikri, Mbak Nurul dan Mbak Azizah) bergiliran menceritakan kisah kisah inspiratif mereka. Belajar dari mahasiswa2, santri dan kader kader pilihan yang melalang buana ke negri sebelah.“nikmatnya mencari ilmu menebar inspirasi jama’ah”.Berawal dari pengalaman mahasiswa eramus belgia mbak siti nurul faizatus sholihah yang meyakinkan saya dan para hadirin bahwa dalam hal mencari ilmu harus kita cita2kan setinggi-tingginya, jangan memikirkan bagaimana caranya karena insyaallah aka ada jalannya. Panggilan akrab siti ini juga mengutarakan bahwa harus selalu ingat pesan guru, kiai, orang tua. Salah satu hal yang selalu diingatnya spt: dimanapun ini bumi allah jangan sampai takut melangkah, jaga selalu ke-NU-an, dll. Mbak Siti juga mengatakan bahwa di berbagai Negara yg dikunjunginya bahwa islam nusantara  sangat terkenal dengan kesantunannya, keramahannya, jauh dari istilah ekstrim.

Dan diakhir statemen mbak siti ini berpesan bahwa belajarlah tanda2 kekuasaan allah, do’a merupakan kunci, dan kokohnya jamiyah saling membukakan pintu kesempatan. Pengalaman berikutnya datang dari mahasiswa mesir yakni ananda fitrotul azizah. Yang meyakini bahwa berkah dan khidmah guru kiai pasti kelak akan dirasakan. Mbak zizah ini juga mengajak para hadirin untuk mencari guru guru yang mempunyai sanad yang jelas sampai ke rosulullah karna akan menimbulkan ikatan batin. Terakhir pengalaman disampaikan oleh gus nahjul fikri, sapaan akrab gus yuvi ini menyampaikan pesan dari kiainya untuk para hadirin bahwa ketika allah menghendaki hambanya jadi baik, maka dibangkitkan semangat. Sebaliknya ketiika allah menghendaki hambanya jadi rusak, maka dihilangkan semangatnya. Dengan demikian beliau gus yuvi selalu mengajak agar dimanapun kita berada kita harus selalu semangat, baik belajar,aktivitas, ngaji dll. Gus yuvi juga berpesan bahwa dalam hal mencari ilmu, jangan sampai mengatakan “tidak” dihadapan guru. Gus berpesan kepada hadirin, jadilah orang tua yang mampu membangun pola didik dalam hal memondokkan anak, jangan jadi orang tua yang terlalu memberi kebebasan penuh terhadap anak.

Karena dengan demikian akan timbul mental positif terhadap hasil didik anak tsb. Diakhir acara ditutup oleh guru saya Dr.KH. M Sholeh Qosim, M.Si yang mengamanahkan pada kita semua untuk selalu mentauladani Alm KH.Maimun Zubair. Jadilah spt yai maimun karena beliau selalu menebar madzhab cinta, mazdhab yang selalu dirindukan, beliau mbah maimun juga sangat nasinalis terbukti dengan di gelorakanya lagu yalal wathon oleh KH. Maimun zubair. Dr.KH. M. Sholeh Qosim,M.Si juga berpesan bahwa kalau kita ingin jadi baik, ya harus contoh orang baik. Kalau kita ingin dirindukan orang, maka jangan sampai kita menyakiti orang lain. Dan pesan beliau dimanapun kita berada selalu bacakan al fatikhah pada guru-guru kita. Semoga berkah!!!!