Menjelajahi Negeri Kinanah Bersama Gus Nahjul Fikri bin KH Sholeh Qosim (2)

Setelah dari makam Sayyidina Hussein, mereka menuju makam Sayyidah Nafisah, Sayyidah Zainab, Sayyidah Sukaira. Sayyidah Nafisa merupakan cicit dari Sayyidina Hussein.

Dalam berbagai literatur Islam, Sayyidah Nafisah merupakan satu tokoh agama yang tidak kenal membaca & menulis (ummi). Kendati demikian, beliau sosok yang cerdas dalam mempelajari hadis sehingga tergolong sebagai perempuan pengajar hadis. Faktor ini yang menjadi alasan mengapa Imam Syafi’i berguru kepadanya.

Sebagai seorang guru, Sayyidah Nafisah binti Hasan merupakan hafizah. Tak hanya menghafal Alquran, beliau dikenal sebagai sosok yang alim & sangat dekat dengan ibadah, salah satu contoh adalah ibadah haji yang telah ditunaikan sebanyak 30 kali.

Sayyidah Nafisah pun dipercaya telah mengkhatamkan membaca Alquran sebanyak 1.900 kali. Seorang yang masuk dalam kategori ummi bukan berarti tak bisa belajar/mencerna ilmu pengetahuan. Terbukti, gerak langkah Nafisah sangat haus akan ilmu dan dirinya tak segan untuk belajar ilmu-ilmu agama kepada sumber-sumber yang terpercaya. Sosok yang kerap haus akan ilmu agama ini juga dikenal sebagai pribadi yang zuhud. Sayyidah Nafisah merupakan hamba Allah yang taat dan tiap waktu yang dimilikinya selalu diisi dengan ibadah dan mengingat Allah SWT.

Sayyidah Nafisah bahkan tak pernah meninggalkan shalat malam dan selalu berpuasa untuk selalu

mendekatkan diri kepada Allah. Imam Ahmad bin Hanbali pernah menceritakan perkara riwayat kezuhudan Nafisah. Menurut beliau, Sayidah Nafisah merupakan salah satu wanita zuhud yang dicintai Allah.

Suatu ketika  Imam Ahmad bin Hanbali mendatangi Sayyidah Nafisah meminta doa. Sejak itu, rumah Sayyidah Nafisah kerap didatangi tamu dengan tujuan yang beragam. Dari minta diajarkan ilmu agama hingga minta didoakan layaknya Imam Ahmad bin Hanbali.

Jelang wafat, Sayidah Nafisah wafat dalam ketaatan kepada Allah.

Betapa tidak? Beliau wafat dalam kondisi berpuasa dan tengah melantunkan Al qurโ€™an surah al-An’am ayat 127. Ketakwaan, kecerdasan, serta kezuhudan beliau menjadikannya salah satu perempuan yang sangat berjasa dalam peradaban serta khazanah Islam